Rabu, 27 Mei 2015

Poros Penggerak / Axle Shaft

       Axle shaft atau poros penggerak roda 

 

Merupakan poros pemutar roda-roda penggerak yang berfungsi meneruskan tenaga gerak dari differential ke roda-roda. Axle shaft pada kendaraan dibedakan menjadi dua yakni front axle shaft (poros penggerak roda depan) dan rear axle shaft (poros penggerak roda belakang). Pada kendaraan FF, front axle shaft sebagai driving axle shaft, sedangkan pada kendaraan tipe FR, rear axle shaft sebagai driving axle shaft. Pada kendaraan 4WD atau AWD, front axle shaft maupun rear axle shaft sebagai driving axle shaft.Poros penggerak dibagi 2 yaitu

 

 

 

1) Poros Penggerak Roda Belakang/ Rear Axle Shaft

 

Roda belakang umumnya menumpu beban lebih berat daripada roda depan, sehingga konstruksi poros penggerak rodanya juga relatif lebih kuat. Pemasangan poros akan dipengaruhi oleh tipe/ jenis suspensi yang digunakan.

 http://xlusi.com/wp-content/uploads/2010/11/pemindah-tenaga.png

 

2) Poros Penggerak Roda Depan/Front Axle Shaft

Adalah poros yang berada pada bagian depan kendaraan dengan kata lain differential kendaraan terdapat di bagian depan.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLaf2g_cTUGEU4Em6CAlZxDYPnRaOdqXL6v6-NGviHtYtimxZJucXD2wk3f7TT74QeiOXwnO9EpFZyweANxI8arSCQxZ-5jwmmNONoaN957FZ38r3jPclilRAq0o7GKJtdXvDzNwxFfnQ/s320/EasyCapture2.jpg

    Umumnya tipe suspensi yang dgunakan adalah suspensi bebas (independent). Pada tipe suspensi independent, jenis axle shaft yang digunakan umumnya adalah tipe melayang (floating shaft type), dimana poros bebas dari menumpu beban dan bebas bergerak mengikuti pergerakan roda akibat suspensi kendaraan.


Tipe Tipe Joint Pada Poros Penggerak 

 

 1) Tropod Joint 

  
    Tripod joint memiliki tiga roller yang bentuknya sedrhana, ini mengurangi biaya pembuatanny, dibuat sedemikian rupa agar dapat bergerak pada arah axial

 
http://mechanicaldesign.asmedigitalcollection.asme.org/data/Journals/JMDEDB/27816/055504jmd1.jpeg


 


2) Birfield Joint

    Joint ini mempunyai beberapa steel bal, agar kecepatan seragam dapat dipertahankan dengan ketelitian tinggi. Beberapa birfield joint dibuat sedemikian rupa hingga perubahan panjangnya berlaku sesuai gerakan kendaraan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpgHTqrPXSQo2Fdu8RhyphenhyphenIfo7F3x_TrWA3gU3lo2m58k3P1Ds4Lop7hpWwd68RhaeJ9vgfhuSF5CGIjzyoqmKkrN5IAa0K-LlWV2qK8oXNjFVyPXoA4-pMx3og7G81hIIc6LfPX0I_T7VuD/s200/CV+joint.jpg

Minggu, 01 Maret 2015

CARA MEMBONGKAR DAN MERAKIT POROS PROPELLER DAN DIFFERENTIAL

 

 

 

POROS PROPELLER

          Propeller shaft atau poros propeller (pada kendaraan FR dan kendaraan 4WD) berfungsi untuk memindahkan atau meneruskan tenaga dari transmisi ke difrential. Transmisi umumnya terpasang pada chassis frame, sedangkan differential dan sumbu belakang atau rear axle disangga oleh suspensi sejajar dengan roda belakang. Oleh sebap itu posisi diferential terhadap transmisi selalu berubah ubah pada saat kendaraan berjalan, sesuai dengan permukaan jalan dan ukuran beban,

Propeller shaft dibuat sedemikian rupa agar dapat memindahkan tenaga dari transmisi ke difrensial dengan lembut tanpa dipengaruhi kondisi permukaan jalan dan ukuran beban kendaraan.

Poros propeller memiliki 2 (dua) fungsi utama:
  1. ·    Untuk memindahkan putaran dengan lembut dari transmisi ke differential.
  2.     Untuk meneruskan dan menyalurkan tenaga ke differential pada saat bergerak naik dan turun dengan lembut, sehingga memberikan kenyamanan dalam berkendara.

 

  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmvENgBk0I6CqX-R2VtvzImfAXZYcbTNI4BtLNEgEGLgKBI7Zp_d7AN5ah-etRaStEg_7dHt9ggJ83itOygpzl_Smbu8VBsLundPwAOae1W5KTJIdIEq7pSK1IW_Ak2716KBgD9oOJOO5-/s1600/000.jpg

PELEPASAN POROS PROPELLER

1. LEPAS POROS PROPELLER DARI DIFFERENTIAL

    (a) Buatlah tanda pada kedua flens     
    (b) Lepas empat baut dan mur
  



http://otomotif.web.id/image/14.27.jpg



2. LEPAS  POROS PROPELLER DARI TRANSMISI

    (a) Tarik yoke dari trasmisi

    (b) Masukkan SST ke dalam transmisi untuk mencegah kebocoran oli
 

PEMASANGAN POROS PROPELLER

1. MASUKKAN YOKE PADA TRANSMISI

    (a) Lepas SST dari transmisi
    (b) Masukkan yoke poros pada transmisi

 2. PASANG POROS PROPELLER PADA DIFFERENTIAL

    (a) Tepatkan tanda pada flens dan pasangkan poros propeller dengan empat baut, ring pegas dan    
          mur
    (b) Kencangkan baut dan mur

 http://otomotif.web.id/image/14.27.jpg

 

DIFFERENTIAL 

      Differential atau sering dikenal dengan nama gardan adalah komponen pada mobil yang  berfungsi untuk meneruskan tenaga mesin ke poros roda . Sekedar untuk mengingatkan Anda , bahwa putaran roda semuanya berasal dari proses pembakaran yang terjadi dalam ruang bakar. Proses pembakaran inilah yang kemudian akan menggerakkan piston untuk bergerak naik turun . Lalu  gerak naik turun piston ini akan diteruskan untuk memutar poros engkol . Gerak putar poros engkol ini akan diteruskan untuk memutar roda gila / flywheel. Putaran roda gila akan diteruskan untuk memutar kopling kemudian diteruskan memutar transmisi ke as kopel lalu ke gardan . Gardan akan meneruskan putaran ini ke as roda dan as roda akan memutar roda, sehingga kendaraan dapat berjalan. Jadi dapat Anda ingat kembali urutan perpindahan tenaga dan putaran dari mesin sampai ke roda , sehingga kendaraan atau mobil dapat berjalan.

Fungsi gardan pada mobil adalah :
  • Merubah arah putaran mesin : Arah putaran dari roda gila jelas tidak searah dengan arah putaran roda. Maka gardan inilah yang membuat arah dari putaran mesin menjadi searah dengan arah putaran roda ( yaitu maju ke depan ) .
  • Memperbesar momen : Selambat - lambatnya mesin berputar memiliki kecepatan minimal 600 rpm. Sedangkan pada kecepatan tinggii memiliki kecepatan hingga 12.000 rpm , berarti poros engkol berputar 12.000 kali dalam 1 menit. Agar tenaga dari poros engkol ini menjadi besar , maka kecepatan putaran dari poros engkol ini harus diperlambat. Di sisnlah gardan memperlambat kecepatan putaran dari poros engkol tersebut, sehingga tenaga putar atau momen menjadi besar dan mobil dapat bergerak atau berjalan.
  • Membedakan putaran roda kiri dan kanan saat membelok : Pada saat mobil berbelok , putaran roda bagian dalam cenderung lebih lambat daripada putaran roda bagian luar. Hal ini dimaksudkan agar mobil dapat berbelok dengan baik dan tidak slip. Jika kedua roda antara yang kiri dan kanan selalu sama, maka mobil tak akan membelok. Di sinilah gardan membuat putaran roda kiri dan kanan tidak sama , sehingga mobil dapat membelok dengan baik.

   

MEMBONGKAR DIFFERENTIAL

1. MELEPAS COMPANION FLANGE

    (a) Gunakan palu dan pahat, kendorkan bagian yang ditakik pada mur
    (b) Gunakan SST untuk menahan flange kemudian lepaskan murnya
    (c) Gunakan SST, lepaskan companion flange
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWr7Hdu_B9XNaF043LYHuFQ3185v2VBRRUyLEEo0n_lv1lBCzOxgTSrmbug-caVKpumAYsdwjEi8DQw_z_LKiVkEAlvXyyF9uS8IUVk9tW9IRAJDjqHeZSnUVcS2v-kGst2xweYae09YI/s1600/Langkah+bongkar+gardan+3.jpg 

2. MELEPAS OIL SEAL DAN OIL SLINGER

    (a) Gunakan SST, lepaskan seal dari rumahnya
    (b) Lepaskan oil slinger

3. MELEPAS BANTALAN DEPAN DAN BANTALAN SPACER

    (a) Gunakan SST, lepaskan bantalan depan dari drive pinion
    (b) Lepaskan bantalan spacer

4. MELEPAS RING GEAR DAN DIFFERENTIAL CASE

    (a) Beri tanda pada tutup bantalan dan differential carrier
    (b) Lepas dua baut pengunci penyetel (adjusting nut lock)
    (c) Lepas kedua tutup bantalan dan dua buah mur penyetel
    (d) Lepas bantalan outer race
    (e) Lepas differential case dari carrier

http://www.moranbahweather.com/toyota/hilux/repair2/img/c121504.png

5. MELEPAS BANTALAN BELAKANG DRIVE PINION

    (a) Untuk menarik keluar bantalan belakang dari drive pinion, gunakan mesin pressdan SST

http://1.cdn.lib.americanmuscle.com/files/guide-24001-24002-08.jpg 

6. MENGGANTI OUTER RACE BANTALAN DRIVER PINION BAGIAN DEPAN DAN             BELAKANG

   (a) Gunakan palu dan batang yang lunak untuk mengeluarkan outer race
   (b) Dengan menggunakan mesin press dan SST, masukkan drive outer race yang baru

[bearing_exploded-lg.jpg]  

7. MELEPAS BANTALAN SISI DARI DIFFERENTIAL CASE

   (a) Gunakan SST, tariklah bantalan sisi dari differential case
   (b) Tempatkan bagian yang runcing dari SST ke celah yang ada pada differential case

8. MELEPAS RING GEAR 

    (a) Lepas beberapa set baut dan pelat pengunci ring gear
    (b) Berilah tanda lurus pada ring gear dan differential case
    (c) Gunakan palu plastik atau kuningan, pukul bagian atas ring gear untuk memisahkannya dari
          differential case


9. MEMBONGKAR DIFFERENTIAL CASE

    (a) gunakan palu dan pin untuk mengeluarkan batang pin. Lepas pinion shaft, dua pinion gear, dua 
          side gear dan thrush washer

 


MERAKIT DIFFERENTIAL

1. MERAKIT DIFFERENTIAL CASE

    (a) Pasang thrust washer yang sesuai dengan side gear
    (b) Pasang side gear, pinion gear, pinion thrust washer dan pinion shaft dalam differential case.
          luruskan lubang pinion shaft dengan lubang dalam differential case
    (c) Periksa backlash side gear

 

 2. MEMASANG RING GEAR PADA DIFFERENTIAL CASE

     (a) Bersihkan permukaan differential case yang berhubungan dengan ring gear 
     (b) Panaskan ring gear dalam bak oli
     (c) Bersihkan permukaan ring gear yang berkaitan dengan cairan pembersih
     (d) Kemudian segera tempatkan ring gear pada differential case dan luruskan tanda pada ring gear
           dan differential case
     (e) Lapisi baut - baut ring gear dengan oli roda gigi
     (f) Sementara pasangkan pelat pengunci dan baut - bautnya
     (g) Setelah ring gear dinginnya turun mencukupi, keraskan baut - baut secara merata sedikit demi
           sedikit
     (h) Gunakan palu dan pahat, bengkokan pelat pengunci

3. MEMASANG SIDE BEARING

    (a) Dengan menggunakan mesin press dan SST, press side bearing dengan differemtial case

 

 4. MEMERIKSA RUNOUT RING GEAR

     (a) Pasang differential case pada differential carrier dan keraskan mur penyetel ke arah dimana 
           gerak bebas bantalannya tidak ada
     (b) Periksa keolengan (runout) ring gear

 

5. MEMASANG BANTALAN BELAKANG DRIVE PINION

    (a) Pasang cincin pada drive pinion dengan ujung yang tirus menghadap ke pinion gear
    (b) Gunakan mesin press SST, pasang cincin yang lama dan bantalan yang baru pada drive pinion

 

6. PENYETELAN SEMENTARA BABAN MULA DRIVE PINION

    (a) Pasang komponen-komponen drive pinion dan bearing depan
    (b) pasang companion flange dengan menggunakan SST
    (c) Setelah preload drive pinion dengan mengeraskan mur companion flange. Gunakan SST untuk
          menahan flange saat mur dikeraskan
    (d) Dengan menggunakan kunci momen 

 http://sportback.2de.ru/img/27/AC201179AB00ENG.png   


sumber: Buku Praktek Toyota Service Training, Google image


Senin, 02 Februari 2015

Cara Kerja Gardan/Final Drive 

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgM0hvAN6bjTtZaH3Iz4AOjImnoSXIf7CT-BEnaCitQJn8uIF8noJsaXonvLGE7DNZM1Itvn8EFoKjGhM0W0mWM3llrzBO10fgdxGS7JIGB8ZAk5j5NSuEqAXoqgG8U2QbBj1OOuLpEXWYi/s1600/2.20.jpg


1. Jalan Lurus

Pada saat mobil berjalan lurus keadaan kedua ban roda kiri dan kanan sama - sama dalam kecepatan putaran yang sama.Dan juga beban yang ditanggung roda kiri dan roda kanan adalah sama. Sehingga urutan perpindahan putaran dari as kopel  akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear , dan ring gear bersama - sama dengan differential case akan berputar. Dengan berputarnya differential case , maka pinion gear akan terbawa berputar bersama dengan differential case karena antara differential case dan pinion gear dihubungkan dengan pinion shaft. Karena beban antara roda kiri dan roda kanan adalah sama saat jalan lurus , maka pinion gear akan membawa side gear kanan dan side gear kiri untuk berputar dalam satu kesatuan. Jadi dalam keadaan jalan lurus sebenarnya pinion gear tidak berputar , pinion gear hanaya membawa side gear untuk berputar bersama - sama dengan differential case dalam kecepatan putaran yang sama. Bila differential case berputar satu kali , maka side gear juga berputar satu kali juga , demikian seterusnya dalam keadaan lurus. Putaran side gear ini kemudian akan diteruskan untuk menggerakkan as roda dan kemudian menggerakkan roda. 

 Bila tahanan kedua poros axle belakang sama (A dan B) , pinion tidak berputar sendiri tetapi ring gear, differential case dan poros pinion  berputar bersama dalam satu unit. Dengan demikian pinion hanya berfungsi untuk menghubung-kan side gear bagian kiri dan kanan, sehingga menyebabkan kedua drive wheel berputar pada rpm yang sama. 

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhouPan8xDva3A7QG5sSPNm_PAW6h7kzZPQ5rKYtTMXpGRl4wojmQaR1NSnLzFjmRZgvrd8tc-6p7OZqm7WuU6ipqBVNEAD2DkWJ4RLsKByipPxUgbNHqu87zIgngBCnaZ1raIIkmVzezk/s1600/JALAN+LURUS.jpg

Kesimpulannya, tahanan atau beban pada masing - masing roda sama dan kecepatan putaran roda sama selain itu jarak tempuh pada kedua roda sejajar satu sama lain 

2. Membelok

Pada saat mobil sedang membelok beban yang ditanggung pada roda bagian dalam adalah lebih besar daripada beban yang ditanggung roda bagian luar . Misalkan sebuah mobil sedang belok ke kiri, maka beban pada roda kiri akan lebih besar daripada beban roda kanan. Dengan demikian urutan perpindahan tenaganya adalah sebagai berikut Putaran dari as kopel akan diteruskan untuk memutar drive pinion . Drive pinion akan memutar ring gear . Dengan berputarnya  ring gear maka differential case akan terbawa juga untuk berputar. Karena beban roda kiri lebih besar dari roda kanan saat belok ke kiri , maka side gear sebelah kiri akan memberi perlawanan terhadap pinion gear untuk tidak berputar . Gaya perlawanan dari side gear kiri ini akan membuat pinion gear menjadi berputar mengitari side gear kiri. Dengan berputarnya pininon gear , maka side gear kanan akan diputar oleh pinion gear. Sehingga side gear kanan akan berputar lebih cepat dari side gear kiri.  Gerakan side gear ini akan diteruskan ke as roda kemudian ke roda. Untuk roda kanan akan berputar lebih cepat daripada roda kiri karena  side gear kanan berputar lebih cepat.

https://rizkysa6.files.wordpress.com/2012/12/2-21.jpg?w=300&h=171

kesimnpulan nya pada saat membelok tehanan dan kecepatan putaran roda berbeda satu sama lain

contoh : pada saat kendaraan belok kiri , putaran roda kanan lebih cepat dibandingkan putaran roda
kiri dan tahanan atau beban roda kanan lebih ringan dibandingkan roda kiri selain itu jarak tempuh roda kanan lebih jauh dibandingkan dengan roda kiri dan sebaliknya



3. Satu roda pada permukaan jalan yang berlumpur 

 Bila salah satu roda berada di Lumpur maka akan terjadi slip bila pedal akselerator diinjak. Hal ini disebabkan karena tahanan gesek yang sangat rendah dari permukaan Lumpur.
Keadaan ini akan menyulitkan untuk mengeluarkan roda dari Lumpur karena lebih banyak terjadi slip dari pada bergerak.

Oleh sebab itu cara mengatasinya dengan memberi gesekan pada permukaan roda agar roda berputar keluar dari jalan yang berlumpur, seperti menambahkan kayu pada bagian bawah roda atau benda bertekstur kasar lainnya

Sumber :  nugrohosetiawira.blogspot.com, Google Image
 

Jumat, 09 Januari 2015

Sistem Pemindah Tenaga


Sistem pemindah tenaga juga dapat disebut sistem pemindah daya (power train), merupakan sebuah mekanisme yang memindahkan tenaga dari mesin ke roda. Sistem pemindah tenaga menurut letak mesinnya dapat dibedakan menjadi empat macam yait: 
              
1.     Mesin depan penggerak belakang (front engine rear drive). 

           
  2.     Mesin depan penggerak depan (front engine front drive). 

            
 3.     Mesin belakang penggerak belakang (rear engine rear drive).
 
              
4.     Mesin depan penggerak empat roda (four wheel drive).
 

Salah satu bagian penting dari Sistem Pemindah Tenaga yaitu:
             1.     Kopling
 http://www.trisanggaraya.com/wp-content/uploads/2012/02/kopling%20mobil%2003.jpg
Kopling terletak diantara mesin dan transmisi. Berfungsi menghubungkan dan melepas putaran dari mesin yang menuju transmisi. Selain itu kopling juga digunakan  untuk memperhalus perpindahan roda gigi transmisi
Dari uraian di atas untuk memaksimalkan fungsi kopling, maka kopling harus dapat memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a.    Kopling harus dapat menghubungkan mesin dengan transmisi secara lembut.
b.    Kopling harus dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat.
c.    Pada saat menghubungkan ke transmisi, kopling harus dapat memindahkan tenaga tanpa terjadi slip.
Cara kerja kopling  
 https://fuadmje.files.wordpress.com/2012/02/kopling8.jpg

Jika pedal kopling ditekan (diinjak)

Seperti yang ditunjukkan pada gambar 1, poros engkol (crank saft) memutar drive disc dalam kopling. Selama disc yang lain (driven disc) tidak berhubungan dengan drive disc, maka tidak ada torsi yang ditransfer dari mesing ke pemindah daya.

Jika pedal kopling dilepas

Drive disc dan driven disc bersinggungan. Drive disc pada saat ini dapat memutar driven disc yang berhubungan dengan poros input transmisi. Sebagai hasilnya, torsi/gaya putar dari mesin ditransfer melalui kopling ke pemindah daya.

Rangkuman operasi kopling

Pengoperasian pedal kopling dapat memasang atau melepas gaya klem(kempitan) di dalam suatu rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly). Memasang gaya kelem (pedal kopling dilepas/tidak diinjak), memasang gaya putar(torsi) dari poros engkol mesin dilanjutkan ke pemindah daya. Melepaskan gaya kelem (pedal kopling diinjak) mencegah gaya putar (torsi) dari mesin diteruskan ke pemindah daya.

Komponen-komponen dari Kopling (Clutch)
 http://otogembel.files.wordpress.com/2012/08/konstruksi-unit-kopling-plat-tunggal.png

Komponen utama dari kopling mulai dari roda gila (flywheel) adalah sebagai berikut :
·         Driven plate (juga dikenal sebagai piringan kopling, pelat kopling atau friction disc/piringan gesek)
·         Clutch pressure plate (plat penekan) dan covernya
·         Clutch release atau throwout bearing
·         Clutch release fork

Komponen-komponen kopling secara bersamaan membentuk rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly).


Komponen utama kopling dan fungsinya

Clutch release mechanism
Mekanisme Pembebas kopling
(Kabel, hubungan atau hidrolik)
Memungkinkan pengendara mengkopling dengan pedal kaki.
Clutch fork
Tuas/garpu kopling
Adalah tuas yang memberi gaya bearing pembebas melawan plat penekan
Pressure Plate
Plat penekan
Plat yang ditekan dengan spring(per) memberi gaya plat kopling melawan roda gila (flywheel)
Clutch disc
Pelat kopling
Piringan gesek yang dipasangkan ke poros input transmisi. Memuat permukaan gesek(kasar) antara roda gila dengan plat penekan.
Flywheel
Roda gila
Memberikan suatu permukaan gesek (kasar) pada plat kopling
Pilot bearing
(ring atau bearing)
Mendukung/menyangga bagian ujung depan dari poros input transmisi


Terdapat bervariasi desain dan bentuk dari komponen-komponen ini, akan tetapi fungsi dari masing-masing adalah sama.

Dua model yang umum dari kopling adalah :

·        Single plate clutch (Kopling plat tunggal). Seperti yang ditunjukkan pada gambar 3 halaman 6. Tipe kopling ini umum digunakan pada kendaraan ringan, termasuk kendaraan ringan komersial.
http://www.ululu.in/first-year/elements-of-mechanical-engineering/img/single-plate-clutch.jpg
·         Multi plate clutch (kopling multiplat). Digunakan pada kendaraan-kendaraan berat.






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQG7YD4NjOuH_E5sQdsYqXcZU5VBWYJKohqqaEmFW1inz6p4e2hOkYmYd2DrUkOOUzFnhY_duvPn9Zjx-uwYWGBdyONbs6pbaxIw4YiawQETKmbQrXm4xl0pIpBHKF2PNRANWsJJ2aw2vc/?imgmax=800

Sekian dari Admin Semoga Bermanfaat :)

sumber :  http://awalvespalovers.blogspot.com, http://soo-kurnia.blogspot.com




Popular Posts